Kamis, 20 Desember 2012

MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI


MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI
A. PEDULI DAN RUKUN TERHADAP SESAMA
          Peduli artinya mau memberikan perhatian terhadap orang lain. Orang yang peduli terhadap sesama adalah orang yang memiliki sikap kasih sayang, ia berhati lembut dan berjiwa bersih. Sehingga tidak akan memandang setiap orang dari aspek suku, agama, ras, dan asal kelahirannya.
          Agama Islam mengajarkan agar umatnya senantiasa mau peduli terhadap orang lain, tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga dan kelompoknya saja. Sikap kasih sayang harus dimiliki oleh setiap orang, sebab itulah sikap dasar kepedulian terhadap sesama. Hanya orang yang memiliki jiwa kasih dan sayang, yang akan selalu peduli dan penuh perhatian terhadap orang lain. Apalagi kita sebagai muslim, harus senantiasa peduli terhadap sesama saudara seiman. Sebab kita pada hakikatnya bersaudara, kita dipersaudarakan oleh agama kita, Islam. Tidak ada perbedaan antara sesama muslim, dari manapun asalnya. Perbedaan itu terjadi hanya pada tingkat ketakwaannya.
          Islam mengajarkan umatnya, agar senantiasa peduli terhadap sesama.  Jangan sekali-kali memincing mata, terhadap orang lain. bahkan kita harus bekerja sama dalam hal kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Perhatikan firman Allah SWT:
          وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ‌ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ
Artinya:
          “Dan tolong- menolonglah kamu dalam ( mengerjakan ) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Q.S. Al-Maidah:2)
         
          Peduli terhadap sesama muslim itu adalah kewajiban kita selaku umat Islam. Sebab umat islam itu sesungguhnya bersaudara, bahkan dalam hadis Nabi disebutkan lebiih dari saudara, melainkan ibarat satu tubuh yang saling menguatkan satu sama lainnya.


B.  PEDULI TERHADAP PERSATUAN DAN KEBERSAMAAN
          Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, yang satu membutuhkan yang lainnya. Maka kerukunan, persatuan, dan kebersamaan merupakan mutlak dalam menjalankan kehidupan di muka bumi ini. Agama Islam menganjurkan agar umatnya menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan. Sebab pada persatuan itu terdapat kasih sayang antar sesama.
          Menjaga persatuan dan kebersamaan merupakan kewajiban setiap orang, apalagi kita sebagai muslim. Menjalin persatuan dan kebersamaan adalah keharusan meraih kekuatan. Perhatikan firman Allah SWT:
وَاعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰهِ جَمِيۡعًا وَّلَا تَفَرَّقُوۡا
Artinya:
          “Dan berkembanglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai...”.

          Sebagai salah satu sikap peduli terhadap persatuan dan kebersamaan adalh mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, keluarga atau kelompok. Sikap mendahulukan kepentingan orang lain merupakan sikap terpuji, selain itu juga dapat menjalin dan mempererat persatuan umat.
          Perbuatan yang dapat memecah-belah persatuan harus dihindari, dan jika ada pihak lain yang dengan sengaja melakukan keonaran agar persatuan umat menjadi pecah, kia harus mencegahnya. Sebab perbuatan demikian termasuk perbuatan mungkar yang harus dilawan dengan segala kemampuan kita. Jika kita tidak memiliki keberanian dan kemampuan untuk menghadangnya dengan fisik, maka cukup dengan teguran, dan jika menegur pun belum berani, hendaknya menjauhi perbuaatn tersebut.
          Persamaan dan persatuan tidak dapat dipisahkan. Sebab salah satu utama terwujudnya persatuan adalah persamaan dalam segala aspek. Sepanjang masih dilakukan hal-hal yang mengandung nilai diskriminatif, tentu sebuah persatuan tidak akan terwujud. Artinya, umat akan bercerai-berai, dan pada gilirannya akan mendatangkan malapetaka bagi kehidupan umat itu sendiri.


C.  SIKAP POSITIF TERHADAP ILMU PENGETAHUAN
          Allah SWT. telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya, semata-mata untuk kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Manusia dianjurkan agar mau mengolah alam ini untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan hidup. Untuk mengolah alam ini tentu saja diperlukan akal yang cerdas, Allah SWT. telah membekali manusia akal budi. Banyak ayat Al-Qur’an yang menyuruh manusia menggunakan akal.
          Islam juga menghendaki umatnya untuk memiliki ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum. Dalam pandangan agama Islam bahwa ilmu itu sama, tidak ada perbedaan antara ilmu agama dengan ilmu umum. Ilmu merupakan barang yang sangat berharga bagi kehidupan seseorang, ia bagaikan lampu atau cahaya yang dapat menerangi gelapnya jalan kehidupan. Betapaa pentingnya ilmu pengetahuan bagi manusia, Allah SWT. menurunkan wahyu pertamanya dengan perintah berpikir dan membaca firman-Nya:
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ.خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ.اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ.الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ.عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ.
Artinya:
          “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5)
          Ayat diatas menegaskan bahwa manusia harus mempunyai ilmu, agar dalam kehidupannya senantiasa mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Sebab tanpa ilmu pengetahuan, seseorang akan tersesat dalam menempuh perjalanan hidupnya, dan cepat atau lambat ia akan mendapatkan kebinasaan.
          Pekerjaan menuntut ilmu lebih mulia dari pada pekerjaan apapun. Artinya, Islam sangat menghargai dan menghormati derajat ilmu dan orang yang memilikinya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT:
يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ‌ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ.‏
Artinya:
          “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S.Mujadilah: 11)
          Bahkan Rasulullah saw. memberikan penjelasan bahwa derajat orang yang berilmu itu diatas derajat segalanya. Begitu juga derajat orang yang menuntut ilmu pengetahuan, ilmu apapun yang sedang dituntut tetap mendapatkan derajat dan pahala di sisi Allah SWT.
          Ilmu pengetahuan juga sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa dan negara yang maju adalah bangsa dan negara yang maju ilmu pengetahuannya. Sebaliknya, bangsa yang mundur dan terbelakang adalah yang tidak memiliki ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dalam rangka memajukan bangsa dan negara ini, hendaknya kamu sebagai generasi bangsa ini senantiasa rajin dan tekun menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum.
         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar